Tampilkan postingan dengan label Scratch. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Scratch. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2013

Growing Old

Hari ini gua putuskan untuk pulang lebih cepet dari kantor. Kerjaan si masi numpuk banget deh, tp tomorrow never dies lah..

G merasa berhutang untuk ketemuan n duduk bareng sama bokap. Beberapa hari terakhir ini g notice si papi makin kurus aja, mungkin karena ga ada temen makan dll jadi rada ga semangat makan x.

So, jam 6 sore tadi, i called my dad, asked him mau makan apa.. singkat cerita g beli dinner di Sate khas Senayan, soto ayam plus sate, bawa plg rumah n dinner bareng with him.

Keliatannya papi seneng banget, makanannya dia blg enak, happy gitu lah. I'm happy as well. Sekarang2 ini memang waktu g untuk duduk bareng makan udah rada jatang si di weekdays, belom tentu bs 1x dalam seminggu. Padahal 1 rumah, ketemu bisa dihitung brp lama.

Kadang hal yang menurut g sederhana bisa menjadi hal yang sangat berharga buat org lain.

Now, i kept thinking of growing old.. man, rumah g biasa rame dari dulu, tapi beberapa tahun terakhir ini, kita semua anak2nya disibukkan dengan kerjaan n juga uda ada yang berumah tangga. Dari terbiasa rame, sekarang jadi lumayan sepi.. walah.. g jadi kepikiran, gmana ya nanti kalo g uda tua..

Ga bisa disangkal lah, one of the source of happiness ya dengan dekat sama orang2 yang dicintai, org2 yang punya arti banyak.
Sekarang ini mungkin g masi muda, kegiatan masi melimpah, temen jalan juga masi banyak, kayanya waktu g habis sekejab..

Then, the next question is, do i ready to grow old? Hahaha.. jawabannya uda tau si ;p

Aniwei, i'm so blessed today juga grateful kalo bisa pulang cepat. G berharap bisa terus nyenengin hati papi mami g sebisa mungkin.. love them mucchhh.. :)

Sabtu, 03 Maret 2012

Excellence Spirit

Tadi pagi, pas driving, g sembari muter CD khotbahnya Jose Carol (Ps. JPCC) tentang excellence.
Dibahas disitu bahwa being excellence is not about being the best but being YOUR best.

Just recently, ada koran Kompas didepan mata g yang nampilin artikel 'There is Time for Everything' by Rene Suhardono (tanggal 25 Feb 2012). Di artikel itu, ada dibahas lagi tentang kisah Joshua Bell - somehow ini orang adalah pemain biola andal dengan berbagai penghargaan yang dipunya, tapi dia buat survei dengan main di peron kereta api (yah model ngamen gitu de) dan sedikiiit banget orang yang pay attention ke orang ini, bisa dibilang ditanggapi setengah mata lah sama orang2 di peron itu. Karena ternyata orang cenderung untuk melihat segala sesuatu dari appearance (not the substance). Kalau mau tau cerita ini lebih banyak, please googling, a very nice article.

Somehow 2 kisah diatas itu lagi sesuai dengan apa yang g renungkan beberapa waktu ini.
G belajar untuk berpegang pada 'apapun yang kamu lakukan, lakukanlah itu seperti kamu melakukannya untuk Tuhan dan bukan untuk manusia'. Seringkali karena ego ataupun kemalasan atau apapun juga itu kita melakukan sesuatu karena menuntut imbalan, i.e. attention dari orang lain, rewards dalam arti materi, pujian/sanjungan dari orang lain. Kita cenderung melihat apa yang ada di depan mata, padahal ketika kita berhasil melalui ini, karakter 'excellence' itu akan terasah.

Nah di artikel dari si Rene diatas itu ada disebutkan 'Ternyata siapa pun dan ide apa pun perlu waktu (dan termasuk tempat) yang sesuai untuk bisa kinclong'. I understand this point. Karakter diri harus excellence, dalam arti do everthing at your best. Jangan pernah setengah2 dalam melakukan sesuatu ataupun gampang kecewa kalo ga sesuai harapan. Tapi belajar untuk terus mengasah diri dan berharap kepada Tuhan, sampai tiba waktu yang tepat (dan tempat yang tepat), Tuhan yang berikan kesempatan untuk berkilau. G percaya bahwa Tuhan menginginkan anak2nya untuk jadi 'Terang' buat dunia ini. Pada saatNya, Tuhan yang akan mengangkat dan biar segala pujian hanya bagi DIA.

- Timing is everything, but yet Character development happens throughout the times .. -

Rabu, 02 November 2011

Smile :)

Cukup dengan tersenyum,
hariku dan harimu menjadi lebih indah

Cukup dengan tersenyum,
hatiku dan hatimu menjadi lebih hangat

Cukup dengan tersenyum,
mataku dan matamu menjadi lebih bersinar

Cukup dengan tersenyum,
duniaku dan duniamu menjadi lebih berwarna

Karena itu, kusebar senyumku untukmu..
dan kujala senyummu untukku :)